BANDARLAMPUNG – Formasi umum calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) tahun ini tidak seluruhnya terisi. Dari total kuota untuk provinsi dan seluruh kabupaten/kota 5.384 orang, hanya terisi 5.214, yang berarti 170 formasi kosong.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Tamrin Bachtiar Semenguk mengatakan, tak terpenuhinya kuota karena ada ketentuan yang tidak dipenuhi pelamar. ’’Selain pelamar tidak memenuhi syarat, formasi yang ditetapkan juga sepi peminat,” kata mantan kepala Biro Sosial Pemprov Lampung ini kemarin.
Tamrin mencontohkan formasi yang tidak terisi di Pemprov Lampung, antara lain, tenaga kesehatan sebanyak lima orang, olahraga 26 orang, dan tenaga teknis satu orang. ’’Khusus untuk formasi olahraga, pelamar yang mendaftar tidak memenuhi syarat. Misalnya, pelamar harus memiliki prestasi membanggakan bagi Lampung seperti mampu mempersembahkan gelar juara pada cabang olahraga yang diperlombakan,” terangnya.
Ia menjelaskan, formasi yang tidak terisi ini akan menjadi modal bagi pemprov dan pemkab/pemkot se-Lampung untuk mengajukan formasi tambahan pada seleksi penerimaan CPNSD tahun 2010 nanti. ’’Formasi yang tidak terisi pada tahun ini akan diserahkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ini menjadi formasi tabungan bagi pemprov dan pemkab/pemkot pada penerimaan tahun depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirincikan formasi kelulusan CPNSD tahun 2009. Yakni tersebar di Pemprov Lampung 146, Pemkot Bandarlampung 341, Pemkab Lampung Barat 271, Pemkab Lampung Selatan 361, Pemkab Lampung Timur 279, dan Pemkab Lampung Utara 324.
Lalu Pemkab Lampung Tengah 309, Pemkab Waykanan 365, Pemkab Tanggamus 368, Pemkab Tulangbawang 414, Pemkot Metro 264, Pemkab Pesawaran 272, Pemkab Tuba Barat 445, Pemkab Pringsewu 533, dan Pemkab Mesuji 522 (selengkapnya lihat grafis, Red).
Pada bagian lain, Tamrin menegaskan bahwa pendaftaran ulang para peserta yang dinyatakan lulus dilakukan terhitung sejak 26-27 Desember 2009 di kantor BKD provinsi dan kabupaten/kota setempat. ’’Bagi peserta yang lulus harus melampirkan surat keterangan bersih diri narkoba dan tidak terlibat tindak pidana. Kalau memang ada peserta yang tersandung, secara otomatis akan gugur,” pungkasnya. (*)

Iklan